BEKASI – Kawasan Summarecon Bekasikini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di wilayah timur Jakarta. Namun, perjalanan kawasan ini dimulai dari lahan luas yang sebelumnya belum berkembang, hingga akhirnya bertransformasi menjadi kota terpadu modern.
Pengembangan kawasan ini dimulai oleh PT Summarecon Agung Tbk pada April 2010. Proyek tersebut berdiri di atas lahan kurang lebih 240 hektare di wilayah Bekasi Utara, dengan konsep kota mandiri yang mengintegrasikan hunian, komersial, pendidikan, hingga fasilitas publik dalam satu kawasan.
Salah satu tonggak awal yang menjadi kunci pertumbuhan kawasan ini adalah pembangunan akses infrastruktur utama berupa Flyover KH Noer AliSummarecon Bekasi pada April 2010. Jembatan layang ini menjadi solusi penting yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Kota Bekasi yang sebelumnya terpisah oleh jalur padat.
Pencanangan flyover KH Noer Ali Summarecon Bekasi tahun 2011 lalu / kabarbekasi.id
Flyover yang awalnya disebut jembatan layang Ahmad Yani itu dibangun dengan empat jalur kendaraan, memiliki panjang sekitar 1 kilometer dan lebar 22 meter. Kehadirannya tidak hanya memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga membuka akses strategis menuju kawasan Summarecon Bekasi.
Kehadiran flyover ini menjadi pembuka akses utama yang mendorong pertumbuhan kawasan dari sisi utara ke selatan. Dari biasanya harus bermacet-macetan kini lenggang dan cepat sampai ke tujuan.
Tonggak berikutnya terjadi pada 10 November 2013 dengan diresmikannya Summarecon Mall Bekasi Tahap 1. Kehadiran pusat perbelanjaan ini menjadi magnet yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat perkembangan kawasan secara signifikan.
Seiring waktu, Summarecon Bekasi terus berkembang dengan hadirnya berbagai klaster hunian, fasilitas pendidikan, rumah sakit, serta area komersial seperti ruko dan perkantoran. Infrastruktur pendukung juga terus diperkuat untuk menunjang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.
Memasuki tahun 2026, kawasan ini kembali mencatatkan pencapaian penting dengan dibukanya Summarecon Mall Bekasi Tahap 2 pada Februari 2026. Ekspansi ini memperluas area pusat perbelanjaan sekaligus menghadirkan konsep baru yang menggabungkan gaya hidup modern, hiburan, dan fasilitas kebugaran dalam satu kawasan terpadu.
Pertumbuhan Rumah Tapak dari Awal sampai Sekarang
Pada fase awal pemasaran properti, Summarecon Bekasi mulai melakukan penjualan perdana sekitar tahun 2011. Saat itu, klaster hunian pertama yang diperkenalkan adalah Burgundy Residence yang menjadi pionir sekaligus penanda dimulainya pengembangan kawasan secara komersial.
Klaster awal tersebut dipasarkan dalam jumlah ratusan unit rumah dan mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam waktu relatif singkat, unit-unit yang ditawarkan berhasil terserap pasar, sehingga mendorong pengembang untuk melanjutkan pembangunan klaster berikutnya.
Klaster Burgundy Residence diperkenalkan tahun 2011 lalu / kabarbekasi.id
Memasuki tahun 2012 hingga 2014, pengembangan kawasan terus berlanjut dengan peluncuran sejumlah klaster baru seperti Azolla, Agathis, dan Lotus Residence. Setiap tahun, jumlah unit hunian yang dibangun terus bertambah, seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap kawasan tersebut.
Secara bertahap, Summarecon Bekasi berhasil menghadirkan ribuan unit rumah tapak yang tersebar di berbagai klaster. Hingga saat ini, jumlah hunian yang telah dibangun mencapai lebih dari puluhan ribu unit, ditambah ribuan unit apartemen yang tersebar di beberapa tower.
Perkembangan tersebut menunjukkan konsistensi pengembang dalam membangun kawasan secara berkelanjutan. Dari hanya satu klaster di awal pemasaran, kini Summarecon Bekasi telah berkembang menjadi kawasan hunian berskala besar dengan puluhan klaster aktif.
Transformasi ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan strategi pemasaran properti, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kawasan ini terus tumbuh menjadi salah satu pusat hunian dan investasi unggulan di Kota Bekasi.