Connect with us

Dampak Kekosongan, Guru di Bekasi Kerja Lembur hingga Berjam-jam

ilustrasi

Berita

Dampak Kekosongan, Guru di Bekasi Kerja Lembur hingga Berjam-jam

BEKASI – Ribuan tenaga pengajar tingkat TK, SD, hingga SMP negeri alami beban kerja berlebihan. Pasalnya, Kota Bekasi masih kekurangan guru sebanyak 2.500 tenaga pengajar.

Atas kekurangan itu, Dinas Pendidikan Kota Bekasi memaksa guru bekerja melebihi standar kewajaran demi menjaga kegiatan belajar mengajar.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi Wijayanti mengatakan, terjadi pembengkakan jam mengajar pada guru.

“Yang tadinya mengajar hanya 24 sampai 36 jam, justru ada yang tembus 40 jam dalam seminggu,” katanya.

Penyebab banyaknya tenaga pengajar yang pensiun membuat terjadi kekosongan. Tahun 2024 lalu, kata dia, ada 280 guru dan kepala sekolah yang sudah purnabakti. Bahkan, angka itu akan terus naik menjadi 300 orang sampai tahun 2027.

Saat ini, kata Wijayanti, pihaknya menggodok usulan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

“Mau tidak mau kita harus mengajukan PPPK Paruh Waktu sebagai solusi, penambahan khusus tenaga guru,” katanya.

Kabarbekasi.ID menyajikan berita aktual dan akurat seputar Bekasi. Dilaporkan langsung oleh para reporter kami di lapangan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya di rubrik Berita

To Top