Bekasi – Status sarjana milik Direktur PT Mitra Patriot (PTMP) Kota Bekasi, DHR disoal. Mahasiwa mendesak harus ada klarifikasi kepemilikan ijazah.
“Karena banyak kejanggalan soal gelar sarjana DHR, Wali Kota Bekasi harus turun tangan membereskan kekisruhan ini,” kata Kordinator Mahasiswa Pemuda Revolusioner Indonesia (MPRI) Syahriddin.
Baca juga: Ratusan Warga Bekasi Ganti Kolom Agama
Kejanggalan itu diakui Syahridin, karena disebutkan DHR adalah lulusan Institut KH Ahmad Sanusi Sukabumi dengan program studi Hukum Keluarga Islam. Padahal, yang bersangkutan beragama Kristen.
Bukan hanya itu, melalui penelusuran di Pangkalan Dikti, atas penerima berkas, terungkap kejanggalan lain.
Baca juga: Warga Bekasi Tutup Rumah yang Diduga Bisa Janjikan Masuk Surga
Lewat penelusuran di Pangkalan Dikti, terhadap beberapa nama penerima berkas, terungkap juga beberapa kejanggalan.
Salah satunya terjadi ditahun ini, beberapa penerima diketahui masuk pada semester ganjil. Tapi beda dengan DHR yang memasuki semester genap.
“Masa di tahun semester ganjil cuma DHR yang memasuki semester genap,” ujar Syaridin. (put)