Connect with us

Eceng Gondok Tutupi Muka Sungai di Bekasi Sepanjang 2 Kilometer, Ancam Banjir

Foto dari atas Aliran Kali Waru Dipenuhi eceng gondok / foto istimewa

Berita

Eceng Gondok Tutupi Muka Sungai di Bekasi Sepanjang 2 Kilometer, Ancam Banjir

BEKASI – Aliran Kali Waru yang terletak di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi dipenuhi hamparan eceng gondok. Tak tanggung-tanggung tumbuhan liar itu tumbuh hingga menutup permukaan sungai sepanjang 2 kilometer. Warga pun khawatir masalah itu bisa memicu banjir.

Aris (34), salah seorang warga, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di Kali Waru semakin meluas selama setahun terakhir. Awalnya, tanaman tersebut hanya terlihat di pinggiran sungai. Namun, seiring waktu, pertumbuhannya semakin lebat hingga menutup hampir seluruh badan sungai.

“Kan enggak ketahuan, tahu-tahu banyak juga ini. Airnya jadi ketahan,” kata Aris.

Hal senada juga dikeluhkan Jayadi (53). Ia mengatakan Kali Waru sebelumnya rutin dibersihkan, termasuk melalui kegiatan normalisasi ringan yang dilakukan pemerintah setempat. Namun, belakangan perawatan tersebut tidak lagi terlihat sehingga eceng gondok berkembang dan memenuhi aliran sungai.

Jayadi berharap pemerintah segera melakukan penanganan sebelum intensitas hujan meningkat. Menurutnya, tumpukan tanaman liar yang menghambat aliran air berpotensi menimbulkan persoalan ketika debit air bertambah.

“Waktu zaman Lurah Sumardi mah bersih, udah sempat dinormalisasi. Kalau musim hujan, banjir cuma lewat aja di sini. Sekarang jadi penuh. Harusnya buru-buru diangkat, karena kalau udah hujan, repot semua,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Tambun Selatan, Sopian Hadi, mengatakan jajaran telah meninjau langsung lokasi Kali Waru. Dari hasil peninjauan, eceng gondok diketahui telah menutupi aliran sungai dengan panjang mencapai sekitar 2 kilometer.

Sopian menjelaskan, karakteristik Kali Waru berbeda dengan sungai yang memiliki aliran hulu dan hilir secara alami. Saluran tersebut awalnya dibangun oleh pengembang perumahan untuk mengalirkan air pembuangan yang kemudian bermuara ke kanal Cikarang-Bekasi-Laut.

Menurutnya, terbatasnya aliran air pada saluran tersebut menjadi salah satu faktor yang memungkinkan tumbuhan liar tumbuh subur. Kondisi itu membuat Kali Waru membutuhkan penanganan agar kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

“Dari perumahan itu ke pembuang. Jadi bisa dibilang, ya kalinya mati itu. Bukan kayak Kali Jambe yang ada hulu hilirnya. Kalau begitu kan kadang-kadang kering airnya, tumbuh rumput semua,” tutur Sopian.

 

Kabarbekasi.ID menyajikan berita aktual dan akurat seputar Bekasi. Dilaporkan langsung oleh para reporter kami di lapangan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya di rubrik Berita

To Top