Connect with us

Hadapi Kemarau, Kabupaten Bekasi Rawan Kekeringan

Warga Kabupaten Bekasi ambil air di sungai / FOTO Dok kabarbekasi.id

Berita

Hadapi Kemarau, Kabupaten Bekasi Rawan Kekeringan

BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi was-was hadapi puncak kemarau yang diprediksi berada di bulan Juli 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mulai mengantisipasi dengan sejumlah kebijakan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Bencana Kekeringan. Namun, penerbitan SK tersebut masih menunggu penetapan status siaga dari pemerintah provinsi.

“SK Siaga Darurat Bencana Kekeringan sudah kami siapkan, hanya untuk proses tanda tangan SK-nya saat ini masih menunggu SK Siaga tingkat provinsi,” ujar Dody di Cikarang Pusat.

Seperti yang diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), memprediksi musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang. Kondisi tersebut mendorong BPBD Kabupaten Bekasi melakukan langkah mitigasi lebih awal untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih.

Selain menyiapkan regulasi siaga darurat, BPBD juga telah menyiagakan personel dan armada pendukung. Sebanyak delapan unit armada pengangkut air bersih disiapkan untuk mendistribusikan kebutuhan air kepada warga apabila terjadi kekeringan.

“Kami sudah mempersiapkan personel dan armada. Kami memiliki armada water tank yang disiagakan dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan air bersih,” katanya.

Dody menjelaskan, pengalaman musim kemarau pada 2024 menjadi perhatian serius karena dampak kekeringan tidak hanya dirasakan wilayah selatan, tetapi juga menjangkau wilayah utara Kabupaten Bekasi. Saat itu, sekitar 11 hingga 12 kecamatan terdampak akibat berkurangnya pasokan air bersih.

“Pengalaman tahun 2024, wilayah utara juga terdampak karena sumber air sungainya sudah terkontaminasi air laut. Saat itu sekitar 11 sampai 12 kecamatan terdampak kekeringan,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi dengan menghemat penggunaan air dan menyiapkan sarana penyimpanan air seperti toren maupun tandon untuk menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Kabarbekasi.ID menyajikan berita aktual dan akurat seputar Bekasi. Dilaporkan langsung oleh para reporter kami di lapangan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya di rubrik Berita

To Top