Connect with us

Warga Bekasi Kena Tipu, Diimingi Berangkat Haji Lebih Cepat

ilustrasi jamaah haji Bekasi / kabarbekasi

Berita

Warga Bekasi Kena Tipu, Diimingi Berangkat Haji Lebih Cepat

BEKASI — Janji berangkat haji lebih cepat tanpa antre panjang justru menjerumuskan puluhan warga Kota Bekasi ke dalam kasus penipuan. Sebanyak 20 orang dilaporkan menjadi korban modus kuota haji fiktif untuk keberangkatan tahun 2026.

Kasus ini terungkap setelah Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi menerima sejumlah laporan dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Para korban mengaku tergiur tawaran percepatan keberangkatan ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Bekasi, Rian Fauzi, menyampaikan bahwa mayoritas korban terbujuk janji pelaku yang mengklaim dapat mempermudah proses keberangkatan haji tanpa harus menunggu lama.

“Korban rata-rata dijanjikan dapat dipermudah dan dipercepat keberangkatannya,” kata Rian, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, pelaku menjalankan aksinya dengan menghubungi korban melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, korban diminta melakukan pembaruan data KTP elektronik sebagai bagian dari persyaratan administrasi.

“Modusnya melalui WhatsApp, korban diminta update data KTP elektronik,” ujarnya.

Dari total 20 korban, sebagian besar belum mengalami kerugian materi. Namun, satu pasangan suami-istri dilaporkan mengalami kerugian besar akibat penipuan tersebut.

“Alhamdulillah sebagian besar belum ada kerugian material. Tapi ada satu pasutri yang mengalami kerugian hingga Rp600 juta,” ungkapnya.

Pasangan tersebut diketahui merupakan warga Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang pecel lele. Uang yang hilang merupakan hasil tabungan mereka selama bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah haji.

“Korban menabung selama 20 tahun, tapi karena tertipu akhirnya uang Rp600 juta hilang,” jelas Rian.

Rian menegaskan bahwa pada tahun 2026 tidak ada penambahan kuota haji untuk wilayah Kota Bekasi. Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran berangkat haji secara instan.

“Tidak ada penambahan kuota haji. Kalau ada yang menjanjikan berangkat cepat, itu patut dicurigai,” tegasnya.

Kabarbekasi.ID menyajikan berita aktual dan akurat seputar Bekasi. Dilaporkan langsung oleh para reporter kami di lapangan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya di rubrik Berita

To Top