Connect with us

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi dengan Usus Terurai

ilustrasi

Berita

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi dengan Usus Terurai

BEKASI – Balita dua tahun ditemukan tewas dengan belasan luka tusuk di sebuah kontrakan di wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi. Dugaan kuat pelaku pembunuhan adalah paman sendiri yang memiliki gangguan jiwa.

Kejadian pada Rabu 27 Mei 2026 itu disangkakan paman sendiri berinisial G (18). Korban pertama kali ditemukan oleh neneknya berinisial M yang sehari-hari mengasuh korban sekaligus pelaku.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal mengatakan, selama ini korban tinggal bersama neneknya sejak usia dua minggu usai dilahirkan.

“Iya, memang sehari-harinya selama ini dititip. Jadi, memang balita ini sudah lama tinggal, jadi semenjak 2 minggu setelah dilahirkan itu, ya memang yang rawat neneknya,” kata Andi, Kamis.

Sejauh ini kata Polisi, nenek korban bekerja berjualan bahan kue untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetiba, pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB, M pulang ke kontrakan dan mendapati pintu dalam keadaan terkunci.
Kemudian, setelah membuka menggunakan kunci cadangan, ia menemukan cucunya sudah tewas dengan kondisi mengenaskan.

“M ingin membuka kunci kontrakan, namun saat ingin dibuka pintu terkunci. Setelah memiliki kunci cadangan, ibu M sudah melihat korban anak A dan SG tergeletak dengan korban A yang ususnya sudah terurai dan SG tergeletak yang ingin mencoba bunuh diri, lalu SG dilarikan ke rumah sakit,” ujar Andi.

Pada saat yang sama, nenek korban juga menemukan sebilah pisau di dekat tubuh korban. Namun karena panik dan syok, pisau tersebut sempat dicuci sebelum akhirnya diamankan polisi sebagai barang bukti.

Korban ditemukan bersama pamannya di dalam kamar kontrakan. Polisi menyebut balita tersebut mengalami luka tusuk di sejumlah bagian tubuh, mulai dari kepala, wajah, badan hingga selangkangan. Bahkan korban juga mengalami luka sayatan di bagian pipi.

“Pipinya juga diiris sampai terbuka mulut pipinya itu. Saya rasa lebih dari sepuluh lukanya,” jelas Andi.

Disisi lain, paman korban juga mengalami luka tusuk di bagian dada dan luka di pipi diduga akibat percobaan bunuh diri.

Saat ini, paman korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena kondisinya sempat kritis. Polisi juga mengungkap bahwa berdasarkan keterangan keluarga, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa dan rutin mengonsumsi obat dari psikiater.

Namun dalam dua hari terakhir, obat tersebut tidak dikonsumsi karena keterbatasan biaya keluarga untuk membeli obat lanjutan.

Kabarbekasi.ID menyajikan berita aktual dan akurat seputar Bekasi. Dilaporkan langsung oleh para reporter kami di lapangan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lainnya di rubrik Berita

To Top